Kesehatan
White Cell DNA Terobosan Inovasi Ingredients Skincare Terbaru Milik MS Glow Pengganti Si Pemutih Kulit Berbahaya Hidrokuinon 
November 7, 2021

Penulis: Michelle Angelita S


Produk skincare yang mencerahkan dan “memutihkan” saat ini memang sedang gencar gencarnya berada di pasaran Indonesia. Mulai dari local affordable brand hingga international high-end brand sedang berlomba-lomba menciptakan brightening product terbaik untuk perawatan kulit pasar Indonesia. 


Salah satu bahan yang seringkali ditemukan dalam list ingredients skincare ‘pemutih’ adalah Hidrokuinon. Hidrokuinon sendiri merupakan suatu bleaching agent atau senyawa pemutih kulit yang memiliki fungsi utama untuk menghilangkan noda bekas kehitaman dan hiperpigmentasi seperti melasma atau sun spots. 


Hidrokuinon dipercaya sebagai salah satu senyawa aktif yang paling ampuh dalam mengatasi masalah-masalah hiperpigmentasi kulit. Dosis hidrokuinon yang biasanya digunakan dalam suatu produk berkisar pada angka 0,5% - 10%. Dalam beberapa kasus, suatu produk bahkan bisa mengandung hingga 15% hidrokuinon.


Akan tetapi, berdasarkan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) No. HK.03.1.23.08.11.07517 penggunaan hidrokuinon pada produk over the counter atau produk-produk yang diperjualbelikan secara bebas dipasaran telah dilarang secara keras atau zero tolerance karena efek samping negatifnya yang membahayakan kesehatan kulit dan tubuh. Penggunaan hidrokuinon saat ini hanya diperbolehkan dibawah resep dokter yakni sebesar 4% - 10% sesuai dengan masalah kulit yang dihadapi pasien itu sendiri.  


Sekitar akhir tahun 2019, BPOM menemukan diantaranya 33 macam kosmetik dari dalam dan luar negeri yang dilabel sebagai kosmetik pemutih kulit dengan kandungan hidrokuinon yang tinggi. Hal ini tentu menandakan bahwa penggunaan hidrokuinon pada "whitening products" masih banyak dilakukan dan beredar bebas di pasaran meskipun telah dibuat aturan ketat mengenai larangan dan pelanggaran penggunaan hidrokuinon. 



Cara kerja hidrokuinon


Hidrokuinon sebagai bleaching agent bekerja dengan cara menghambat  produksi enzim tirosinase dalam melanogenesis. Proses ini berlangsung dengan cara menghancurkan sel melanosit dan merusak membran organel sehingga pembentukan melanin akan terhambat dan melanin yang biasanya diproduksi pun akan berkurang. Seperti yang kita tahu, peran melanin dalam tubuh kita adalah sebagai pigmen yang menentukan gelap terangnya warna kulit. Semakin banyak jumlah melanin pada tubuh seseorang, maka semakin gelap pula kulit orang tersebut, dan begitu juga sebaliknya. 


Apa yang membuat Hidroquinon berbahaya?


Penyerapan langsung hidrokuinon secara topikal ke dalam tubuh memanglah sangat rendah. Namun, hidrokuinon akan berbahaya jika pelarut nya atau "the vehicle" dari hidrokuinon tersebut adalah ethanol. Ethanol akan jauh mempercepat penyerapan hidrokuinon ke dalam tubuh dan menyebabkan toksisitas tinggi pada tubuh. 


Selain itu, penggunaan whitening produk dengan bahan utama hidrokuinon ini harus digunakan dalam jangka waktu tertentu. Hidrokuinon dengan dosis rendah aman dan dapat digunakan dalam jangka waktu pendek sekitar 4-5 bulan dengan maksimal 6 bulan pemakaian. 


Jadi, apabila seseorang sudah memakai suatu produk yang memiliki kandungan hidrokuinon dalam jangka waktu tersebut, penting untuk pengguna mengistirahatkan kulitnya dari bahan hidrokuinon selama lebih kurang 3 bulan untuk pemakaian selanjutnya. Hal ini dikarenakan hidrokuinon dapat menghasilkan efek samping rebound apabila digunakan terus-menerus melewati batas jangka waktu yang disebutkan. Proses rebound adalah proses dimana hiperpigmentasi dan bekas noda hitam yang sebelumnya sudah hilang bisa muncul lagi dan bahkan lebih sulit untuk dihilangkan dari sebelum pemakaian hidrokuinon yang pertama kali. Jika seseorang sudah ada dalam fase tersebut, besar kemungkinan untuk meraka semakin bergantung dengan produk pemutih hidrokuinon yang lambat laun akan semakin damaging dan berakhir dengan penyakit kulit parah seperti kanker kulit. 


Bahan pengganti hidrokuinon


Seiring pesatnya perkembangan trend dan inovasi perawatan tubuh dan wajah, bahan-bahan pemutih kulit kini sudah mulai tergeser. Bahkan, kata “whitening” dan “pemutih” saat ini juga sudah mulai mengalami penurunan makna menjadi suatu hal yang negatif karena orang lebih berfokus pada inclusivity warna kulit dan beauty standards yang beranggapan bahwa semua warna kulit cantik. Kata-kata seperti “mencerahkan” “brightening” dan “enhancing” lebih sering digunakan dalam pengiklanan produk produk tersebut meskipun produk yang dijual memiliki efek memutihkan yang sama. 


Bahan kandungan seperti kojic acid dan tranexamic acid merupakan salah dua bahan pengganti yang memiliki fungsi yang sama seperti hidrokuinon. Hanya saja kojic acid dan tranexamic acid akan memakan waktu lebih lama dibandingkan hidrokuinon untuk mencapai hasil yang memuaskan. 


White Cell DNA 


Baru-baru ini, tepatnya pada tanggal 3 November 2021, pasangan sukses pemilik brand kosmetik MS Glow, Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari mematenkan inovasi ingredients terbaru khusus untuk produk-produk perawatan MS Glow mereka yang bernama White Cell DNA.

Dengan menggaet perusahaan besar, Nano Vetores Group, yang berkecimpung dalam bidang pengembangan bahan nano aktif dan mikroenkapsulasi, mereka me-launching White Cell DNA ini bersamaan dengan acara yang dipimpin langsung oleh formulatornya, Andre Genovese. 


Andre memaparkan segala keunggulan dan cara kerja White Cell DNA yang telah diuji secara klinis dapat menggantikan posisi hidrokuinon enam kali lebih efisien. Pada penjelasannya, White Cell DNA ini adalah suatu ingredients canggih berteknologi nano yang terenkapsulasi pada ukuran 200 nm. Hal ini menjadikan White Cell DNA sebagai bahan skincare yang jauh lebih stabil dan efektif dalam penyerapannya di kulit pengguna. White Cell DNA mempunyai kemampuan menyerap ke bagian lapisan kulit terdalam dan bekerja secara berkala serta bertahan selama 8-12 jam di dalam lapisan kulit itu.


White Cell DNA telah dibuktikan dapat menghasilkan kulit tampak jauh lebih cerah hanya dalam kurun waktu 7 hari. Bahan ini mampu melindungi dan memperkuat skin barrier juga mencegah transepidermal water loss sehingga cocok untuk digunakan oleh semua jenis kulit bahkan untuk kulit paling sensitif sekalipun. 


Shandy Purnamasari mengklaim ingredients ini sebagai ingredients tanpa efek samping dan tidak menimbulkan ketergantungan. tidak lupa ditambahkan, white cell dna ini juga terjamin keamanannya karena bahan ini tidak terserap ke pembuluh darah sehingga tidak beracun pada kulit yang mana akan menjadi suatu bahan yang aman bagi para ibu hamil dan menyusui. 


Kandungan White Cell DNA ini sudah digunakan pada seluruh varian serum MS Glow dan Ultimate Night Creamnya. Shandy berharap kedepannya ingredients ini akan digunakan pada seluruh rangkaian produk perawatan MS Glow. 


Word count: 938


REKOMENDASI

Connect With Us Spacers!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.