Kesehatan
Menghadapi Potensi Gelombang 3 COVID, Seberapa Pentingkah Peran Suplemen?
November 21, 2021

Penulis: Azmy Zainur Rahma Ilmassafa
Editor: Michelle Angelita Srihadi 


Pada tanggal 10 November 2021 yang lalu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, membahas situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Beliau menjelaskan bahwa gelombang ketiga Covid-19 sudah terjadi di berbagai negara di Eropa hingga Asia walaupun negara-negara itu memiliki persentase vaksinasi yang tinggi. Beliau juga mengungkapkan bahwa bukan hal yang tidak mungkin jika Indonesia akan mengalami fase tersebut. Berita ini tentu saja membuat banyak warga mulai resah kembali. Namun, berbeda dengan sebelumnya, dimana permintaan untuk produksi suplemen melonjak tinggi, banyak orang mulai meragukan peran suplemen dalam menjaga kesehatan mereka. Mereka merasa bahwa tidak ada perbedaan signifikan ketika mereka mengonsumsi suplemen maupun tidak. Seberapa pentingkah sebenarnya suplemen ini? 


Dokter Kurniawan Denta dari RSUP Dr. Sardjito menyampaikan melalui akun twitternya, Denta, K.S (@sdenta), bahwa konsumsi suplemen hanya dibutuhkan pada dua kondisi, yaitu ketika tubuh seseorang terdiagnosis secara medis bahwa mereka kekurangan vitamin dan ketika tubuh seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dari apa yang mereka konsumsi sehari-hari. Seseorang yang didiagnosa kekurangan nutrisi biasanya adalah seseorang yang sedang sakit. Umumnya, orang yang sedang sakit ini memiliki pantangan untuk mengonsumsi makanan tertentu yang menyebabkan kurangnya nutrisi pada tubuh mereka. Untuk mengatasi masalah ini, dokter tentunya akan memberikan resep suplemen agar nutrisi pasien bisa terpenuhi. Lalu, apakah orang yang tidak memiliki masalah kekurangan nutrisi tidak boleh mengonsumsi suplemen? 


Sebelum memutuskan apakah kita perlu minum suplemen atau tidak, kita harus mengenali kondisi tubuh kita sendiri dan mencari tahu nutrisi apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Banyak dari kita yang tidak mau pusing memikirkan ini dan hanya mengandalkan mengonsumsi suplemen saja. Mereka berpikir bahwa mengonsumsi suplemen pasti akan menyehatkan tubuh. Sayangnya tidak semudah itu. Mengonsumsi suplemen bukanlah jalan pintas untuk hidup yang lebih sehat. Jika kita tidak bijak dalam mengonsumsi suplemen maka suplemen tersebut akan menjadi sia-sia. Mengapa? Karena sebenarnya nutrisi terbaik, termasuk vitamin dan mineral, berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh kita lebih baik daripada suplemen.


Faktor pertama yang membedakan kualitas nutrisi alami dan nutrisi sintetis adalah bioavailabilitas. Bioavailabilitas adalah laju dan jumlah relatif obat yang mencapai sirkulasi umum tubuh atau sistem peredaran darah. Ternyata, bioavailabilitas dari makanan sehat jauh lebih baik daripada vitamin dan mineral sintetis. Artinya, nutrisi dari makanan sehat dapat diserap lebih baik dan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan nutrisi dari suplemen. Salah satu buktinya adalah setelah kita mengonsumsi suplemen, beberapa dari kita biasanya mengalami perubahan warna dan bau saat buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh vitamin yang tidak terserap dengan optimal sehingga harus dikeluarkan melalui urin. Hal ini juga berarti bahwa mengonsumsi suplemen lebih dari dosis yang dianjurkan tidak akan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Sebaliknya, hal ini malah akan merugikan tubuh kita, khususnya ginjal, yang menjadi bekerja lebih keras hanya untuk mengolah tablet suplemen yang pada akhirnya terbuang percuma. Yang kedua, komposisi nutrisi pada makanan sehat lebih baik daripada nutrisi pada suplemen. Nutrisi pada makanan sehat sudah dirancang sedemikian rupa agar dapat memberikan asupan maksimal untuk tubuh. Contohnya adalah buah apel. Buah apel sendiri tidak hanya mengandung vitamin C, namun juga mengandung prebiotik, mineral dan elektrolit lain. Contoh lain adalah buah jeruk yang tidak hanya kaya akan vitamin C, namun juga mengandung fruktosa yang mampu bekerja sama untuk mencegah munculnya batu ginjal yang biasanya terjadi akibat konsumsi vitamin C berlebih. Hal ini tentunya berbeda dengan nutrisi pada suplemen yang kandungannya hanya berfokus pada salah satu zat saja. Hal ini lah yang membuat nutrisi dari makanan-makanan sehat jauh lebih baik daripada nutrisi suplemen. Sinergi antar zat-zat dalam satu makanan sehat masih sulit ditiru oleh produsen obat seperti suplemen. Selain itu, kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh pun sebenarnya tidak terlalu banyak. Jadi, dalam memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, maupun zat nutrisi lainnya melalui konsumsi makanan sehat sebenarnya adalah hal yang mudah.


Ilustrasi makanan sehat


Lalu pertanyaan selanjutnya adalah makanan apa saja yang perlu dikonsumsi untuk mencukupi nutrisi? jawaban pertama adalah sayuran hijau. Sayuran hijau mengandung nutrisi penting, seperti serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, magnesium, kalsium, zat besi, folat, kalium, serta antioksidan. Contoh sayuran hijau yang mudah kita temui sehari-hari adalah brokoli, kangkung, dan bayam. Yang kedua, buah-buahan. Buah memiliki kandungan berbeda setiap jenisnya. Contohnya adalah apel yang mengandung serat, vitamin C, dan antioksidan. Sedangkan alpukat mengandung lemak sehat, kalium, dan vitamin C. Dengan banyaknya pilihan buah, Spacers bisa mengonsumsi menu buah yang berbeda-beda setiap harinya untuk mendapat nutrisi yang komplit. Makanan yang ketiga adalah daging dan telur. Daging mengandung protein dan zat besi sedangkan telur mengandung vitamin, mineral, lemak tak jenuh, bahkan zat antioksidan. Keempat yakni kacang-kacangan dan biji-bijian. Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung protein, serat dan kaya akan vitamin serta mineral. Kelima, makanan laut. Makanan laut kaya akan asam lemak omega-3 dan yodium yang baik untuk menurunkan risiko munculnya penyakit, termasuk penyakit jantung. Terakhir, susu. Susu mengandung kalsium, vitamin, mineral, protein hewani berkualitas, dan lemak sehat. Olahan susu juga bervariasi seperti keju dan yoghurt. Spacers bisa memilih olahan mana saja yang Spacers sukai. 


Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa mencukupi nutrisi melalui konsumsi makanan sehat lebih baik daripada mengonsumsi suplemen. Namun, bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi suplemen sama sekali ya, Spacers. Jika Spacers merasa tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi melalui makanan dan minuman yang Spacers konsumsi, Spacers bisa berkonsultasi dengan dokter tentang suplemen apa yang harus dikonsumsi. Perlu diingat juga bahwa dosis yang dikonsumsi harus sesuai anjuran dokter karena mengonsumsi banyak suplemen tidak semerta-merta meningkatkan daya tahan tubuh. Stay healthy, Spacers~


Words count: 890


REKOMENDASI

Connect With Us Spacers!

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.