Penulis: Elizabeth Arindita Leonie Deviana
Apakah Spacers tahuarti thrifting? Pastinya pernahdenger dong, ya? Thrift sendiriberasal dari kata bahasa Inggris yang artinya “hemat”. Nah, terus apahubungannya hemat sama fashion ya? Okei, simak yuk penjelasannya di bawah ini!
Thrifting berarti mencari ataumembeli barang bekas yang masih layak dipakai. Kegiatan ini juga bertujuanuntuk mendapatkan barang dengan harga yang jauh dari harga pasar sebenarnya.Zaman sekarang, banyak masyarakat yang menginginkan barang yang berkualitasdengan harga yang murah. Bener gak nih, Spacers? Yang perlu dicatat olehSpacers, terutama anak-anak muda, adalah tampil keren gak harus mahal, kok.Yang penting bagaimana cara kita memadukan outfitkita dengan baik dan benar agar tetap terlihat bagus dan mahal.
Gaya berpakaiandengan menggunakan Thrift Fashionmerupakan sebuah seseorang yang nantinya akan menjadi gaya hidup unik dariorang tersebut. Bahkan, menurut berita yang dilansir dalam IDN Times (Apr,2021), terdapat beberapa artis atau public figure di Indonesia yang sukamengonsumsi Thrift Fashion,diantaranya ada Rayi Putra, Nadin Amizah, Hannah Al-Rasyid, Andien Aisyah, danlain-lain. Mereka boleh menjadi contoh untuk kita bahwa tidak perlu memandangkelas sosial seseorang dari apa yang mereka miliki, termasuk dalam hal clothing.
Terkadang, masihbanyak kaum remaja di Indonesia yang meremehkan Thrift Fashion. Menurut survei kecil yang kami lakukan, dari 10orang mahasiswa, 8 orang mengaku lebih suka membeli barang baru karena merekaberpikiran bahwa barang bekas itu bersih atau tidak, pemilik sebelumnya sehatatau tidak, dan sebagainya. Alasan ini sebenarnya bisa diterima karena ada tips and trick nya untuk membeli Thrift Fashion. Tetapi, di lain sisi,mereka juga menilai bahwa kualitas ThriftFashion lebih rendah jika dibandingkan barang baru. Padahal, kalaumemilihnya teliti dengan baik dan benar pasti ketemu lho yang kualitasnya baik!
Biar lebih pahamkenapa kami sangat menganjurkan ThriftFashion, berikut adalah alasannya:
Kenapademikian?
Laporandari McKinsey menyatakan jumlah produk garmen yang dihasilkan setiap tahuntelah meningkat dua kali lipat sejak tahun 2000. Pada tahun 2014, untuk pertamakalinya, angka produksi tersebut melebihi 100 milyar produk. Menyertai angkaproduksi tersebut, sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan dari industrifashion. Setiap detiknya, limbah tekstil sebanyak satu truk sampah masuk ketempat pembuangan akhir dan dibakar setiap tahunnya (Fashion Revolution, 2020).
Jumlahlimbah yang sudah banyak ini diprediksi akan terus meningkat dalam beberapatahun ke depan karena meningkatnya jumlah konsumen terhadap produksi fashion.Sebagai contoh, parlemen Inggris menyatakan bahwa pada tahun 2030, konsumsiproduk fashion diproyeksi meningkat sebesar 63%, dari sekitar 62 juta ton menjadi102 juta ton. Peningkatan konsumsi tentunya menuntut peningkatan produksi yangberujung pada peningkatan limbah tekstil itu sendiri. Limbah tekstil ini turutdiestimasi meningkat sebesar 60% antaratahun 2015 dan 2030, dengan tambahan 57 juta ton dihasilkan setiap tahunnya,mencapai angka 148 juta ton tekstil per tahun. Selain itu, menurut tim ZeroWaste Indonesia, di Pantai Ancol terdapat lebih banyak sampah yang berasal daribenang, yaitu sampah tekstil. Jika hal ini terus dikembangkan dan tidak diatasioleh kita sendiri sebagai manusia, tentunya alam dan ekosistem akan semakinrusak.
CobaSpacers hitung-hitung sebentar berapa uang yang Spacers habiskan untuk membelibarang baru dan bermerek terkenal dalam setahun. Banyak, bukan?
Sekarang,yuk coba hidup hemat! Hidup hemat bukan berarti pelit, ya. Hidup hematmerupakan salah satu rahasia kesuksesan juga lho! Bayangkan jika uang-uangSpacers yang sudah terpakai untuk membeli baju yang banyak itu, digunakan untukhal-hal lain yang lebih bermanfaat. Terkadang, kita sering sekali membeli bajumahal dan baru, tapi lama kelamaan, kita enggan untuk memakainya lagi denganalasan sudah bosan. Sangat buang-buang uang, bukan? Bisa lho digunakan untukberbagi:)
Diera sekarang, penjual-penjual Thrift Shopsudah semakin kekinian. Mereka juga banyak yang menggolongkan jenis-jenis styleapa saja yang ada di toko mereka. Misalnya, KoreanThrift Style, ada juga yang bertemakan Vintage,dan lain sebagainya. Melalui penggolongan ini, akan lebih memudahkan kita untukmemadukan antara atasan dan bawahan yang cocok dipakai bersamaan. Jika berhasildipadukan, fashion style kita akan menjadi lebih unik, lho!
Yangharus dicatat adalah Spacers tidak perlu gengsi untuk membeli barang-barangthrift. Sudah disebutkan di atas bahwa banyak artis yang suka sekali nge-thrift. Masa Spacers gak mau coba?
Setelah mengetahuialasan kenapa Spacers harus coba ikut ThriftFashion, yuk sekarang simak tips and trick untuk memilih Thrift Fashion agar kita tidak mudahkecewa pastinya.
Wordcount : 797